Jumat, 25 November 2011

Paralayang ! PUNCAK....

ini foto saat salah satu pengunjung yang mencoba menaiki para layang ... di kawasan Puncak .. (saat paralayang terjun si pengunjuk teriak dengan histerisnya aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ) :)

Tata Krama Dan Bersikap baik antar sesama

KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan kepada allah S.W.T karena berkat rahmat dan karunianya tugas matakuliah ilmu dasar sosial (softskill) ini dapat selesai dengan judul yaitu “Bertata krama yang baik antar sesama”. Dalam penulisan makalah penulis tentu saja mengalami hambatan tapi karena usaha dan kerja keras penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini berisikan tentang pengertian tata krama, tata krama bergaul dan ciri seseorang memiliki sikap baik.

Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, oleh karena itu maka penulis menghimbau kepada pembaca agar memberi kritik dan saran pada makalah ini dari semua pihak agar kedepannya penulis dapat membuat makalah yang jauh lebih baik dari sekarang dan membangun kreativitas yang baik untuk penulisan makalah berikutnya.

Akhir kata penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini dapat selesai dengan baik. Semoga allah S.W.T selalu memberikan rahmat dan karunianya kepada kita semua, amin ya rabbalalamin.

                                                                                                          JAKARTA 26 SEPTEMBER 2011

                                                                                                                              PENULIS

 
    BAB I
PENDAHULUAN


A . Latar Belakang

Dijaman sekarang mungkin belum cukup hanya memiliki kepintaran atau keterampilan yang baik , tapi juga harus tata cara bertata krama yang baik anatara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Karena didunia ini tidak mungkin manusia hanya hidup sendiri, ia membutuhkan manusia yang lain untuk saling berinteraksi untuk melangsungkan kehidupannya. Sebagai manusia kita memiliki akal yang baik untuk menjadi pribadi yang sangat baik, salah satunya yaitu dengan bagaimana kita bertata krama dan bersikap baik antar sesama.
Dan bila kita ingin disenangi oleh semua orang yang ada disekitar kita. Ada baiknya kita dalam bergaul dan bersikap harus memiliki etika yang baik. Tidak bertindak atau bersikap seenaknya kita saja. Dari kecil sampai kita besar nanti kita harus memiliki tata krama yang baik dalam kehidupan sehari-hari kita. Tidak hanya dirumah atau disekolah saja, tapi kita harus selalu bertata krama ditempat yang kita kunjungi atau kita singgahi.
Untuk itu kita perlu tau bagaimana cara kita bertata krama dan memiliki sikap baik dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan memiliki sikap seperti itu kita akan disenangi dan disayangi oleh orang-orang yang telah mengenal kita nantinya.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang diatas, kita dapat mengambil suatu rumusan masalah yaitu bagaimanakah kita dapat bertata krama yang baik dan memiliki sikap baik antar sesama manusia. Dan selalu menjadikan manusia itu memiliki sifat yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

C. Tujuan Penulisan

Karena pada hakikatnya setiap manusia yang diciptakan allah yang maha esa memiliki kriteria sifat yang berbeda sehingga dalam bersikap dan bertata krama yang baik harus dimiliki sejak dini.
Karena begitu pentingnya dan dalam memenuhi tugas mata kuliah softskill (ilmu sosial dasar) yaitu dengan judul bertata krama dan sikap baik antar sesama maka tulisan ini dibuat. Tujuan utama dari tulisan ini yaitu agar seseorang atau masyarakat dapat berinteraksi dengan nyaman apabila kita sebagai manusia itu memiliki tata krama atau sopan santun yang baik.

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Tata krama adalah kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia setempat. Tata krama terdiri atas tata dan krama. Tata berarti adat, aturan , norma, peraturan. Krama berarti sopan santun, kelakuan tindakan, perbuatan. Dengan demikian, tata krama berarti adab sopan santun, kebiasaan sopan santun, atau sopan santun.
Ada baiknya sebagai orang tua perlu mengajarkan anaknya sejak dini tentang bagaimana cara dia bertata karma dimasyarakat. Contoh kecilnya saja sebagai orang tua untuk anaknya yaitu bagaimana dia memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan ayah dan ibu, atau memangil saudara sekandungnya dengan kakak. Dan setelah beranjak dewasa si anak tentu saja dapat mengenali apa yang baik atau tidak yang ia lakukan. Misalnya tidak boleh berkata kasar. Tapi sekarang kita lihat dilingkungan sekitar kita anak yang masih dibawah umur sudah tahu apa saja yang dilakukan orang dewasa atau mungkin ucapannya yang ia keluarkan tidak pantas atau layak. Oleh karena itu anak yang menginjak usia 6-7 tahun harus diberi pendidikan yang formal yaitu sekolah. Karena disekolah ia diberi pendidikan yang baik oleh seorang guru dan ia bisa berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Tapi hanya bersekolah saja tidak cukup karena sifat anak itu diajarkan langsung oleh orang tuanya dirumah. Kalau pendidikan yang ia dapat dirumahnya sangat jelek otomatis dilingkungan masyarakat ia menjadi pribadi yang tidak baik pula.
Agar kita dapat bertata krama dengan baik kepada orang lain, adakalanya kita bersikap sopan dan santun kepada siapa saja. Jangan sampai kita dinilai orang lain tidak memiliki tata krama dan sikap baik oleh orang lain yang mengenal kita.

A.    Tata Krama Dalam Bergaul

1. Hindari Penghinaan
Janganlah pernah melakukan hal-hal yang bersifat merendahkan, ejekan, dan penghinaan dalam bentuk apapun terhadap orang lain, baik tentang kepribadiannya, postur tubuhnya, kemampuannya dan kaadaan sosialnya. Hal ini akan menimbulkan perasaan sakit hati dan dendam terhadap seseorang.

2. Hindari Ikut Campur Urusan Pribadi
Hindari ikut campur urusan pribadi orang lain yang tidak ada manfaatnya bagi kita, bila terlibat. Karena bila kita melakukannya, yang muncul hanyalah ketidaksuka-sukaan di salah satu pihak.

3. Hindari Memotong Pembicaraan
Janganlah suka memotong pembicaraan orang lain, jika hal ini dilakukan dalam bergaul akan berkembang menjadi ketidaksukaan bahkan kebencian dapat bersarang ditubuh seseorang. Karena betapa tidak enaknya bila kita sedang bicara kemudian tiba-tiba dipotong dan disangkal oleh orang lain.

4. Hindari Membanding-bandingkan
 
Sedikitpun jangan sekali-kali secara sengaja membanding-bandingkan orang lain, baik itu berupa jasa, kebaikan penampilan, perbuatan, harta dan sebagainya. Jika orang tersebut mendengarkan menyebabkan dia merasa dirinya tidak berharga, merasa rendah diri atau sampai terhina.

5. Jangan membela musuhnya dan mencaci kawannya.

Setiap orang mempunyai kawan yang disukai maupun yang dibenci. Bila membela musuhnya, maka kita akan bergabung dengan musuhnya. Sedangkan apabila kita membenci kawannya maka kita akan dianggap sedang mencaci dirinya. Karena orang itupun akan merasa terhina bila temannya dihina. Sebaiknya bersikaplah netral untuk kebaikan semua pihak. Sementara itu, dalam bergaul seharusnya kita prioritaskan adalah memperbanyak kawan bukan lawan.

6. Hindari Merusak Kebahagiaan

Bila seseorang tengah suka cita, gembira dan bahagia jangan sekali-kali kita melakukan tindakan yang merusak kebahagiaan atau kegembiraannya saat itu juga.

7. Jangan Mengungkit masa Lalunya

Janganlah pernah mengungkit kesalahan, aib atau kekurangan yang sedang berusaha ditutup-tutupi. Siapa tahu kelemahan di masa lalu sudah terhapus dengan ia bertaubat. Belajarlah untuk selalu bersama-sama memulai lembaran baru yang lebih putih, bersih dan bersemangat untuk mengisi lembaran tersebut dengan kebaikan demi kebaikan.

8. Hati-hati dengan marah

Kemarahan yang tak terkendali dapat menghasilkan kata dan perilaku yang keji, yang akan melukai perasaan orang lain. Hal ini tentunya dapat merusak atau menghancurkan hubungan baik di lingkungan manapun.

9. Hindari Menertawakan Orang lain.

Sebagian besar sikap menertawakan muncul karena menyaksikan kekurangan orang lain. Sikap, penampilan dan wajah terkadang membuat sebagian orang tertawa karena terlihat lucu dimata mereka. Ingatlah tertawa yang tidak pada tempatnya akan mengundang rasa sakit hati dan merasa terhina.

Ciri seseorang memiliki sikap yang baik yaitu :

1.     Percaya pada diri sendiri

Percaya pada diri sendiri itu sangat penting sekali karena kita bisa mengasah atau memahami apa yang kita punya dalam diri. Jangan selalu bergantung pada kemampuan yang dimiliki orang lain. Orang yang tidak percaya diri akan membuat dirinya berfikir bahwa kemampuan yang ia miliki selalu kurang dari orang lain. Tidak heran bila ahli psikologi Dr. Joyce Brothers mengatakan, “Bukan sesuatu yang dibesar-besarkan untuk mengatakan bahwa pemandangan diri yang positif dan kuat adalah persiapan yang paling bagus untuk menuju kehidupan yang sukses.  Jadi percaya lah pada kemampuan yang kita miliki.

2.     Bertanggung jawab

Bertanggung jawab adalah sikap dimana kita bisa merelakan sikap benar atau salah yang kita lakukan. Banyak sekali orang-orang yang tidak berani mempertanggung jawabkan perbuatannya seperti para koruptor-koruptor dinegara ini yang tidak mau mengakui perbuatannya yang selalu merampas atau mengambil hak dari orang lain. Tak heran dinegara kita masih banyak sekali orang miskin karena masih banyak sekali koruptor-koruptor yang tidak mau bertanggung jawab atas apa yang ia perbuat. Oleh karena itu sejak dinilah kita bisa bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan baik perbuatan yang benar atau perbuatan yang salah.

3.     Kejujuran

Mungkin dijaman sekarang sikap kejujuran itu mahal harganya. Bagaimana tidak banyak orang-orang yang memilih untuk berbohong daripada untuk berkata jujur. Contohnya saja hal kecil disekitar kita yaitu banyak sekali penipuan merajala lelah itu karena didalam dirinya tidak mau berkata jujur. Pernah tidak anda membayangkan kalau kita berkata jujur itu, kita akan disenangi orang banyak. Kita bisa menjadi orang yang sangat dipercayai oleh orang lain. Jadi tidak salah kita menanamkan sikap kejujuran itu didalam diri kita sendiri. Jangan berbohong karena akibatnya kita akan dijauhi atau bahkan dihina oleh masyarakat.
4.     Kegigihan
Don B. Owens, Jr., menyatakan, “Banyak orang gagal dalam hidup karena percaya di dalam pepatah: Jika kamu tidak berhasil, cobalah lainnya. Sukses mengelak dari mereka yang mengikuti nasihat semacam itu … Impian yang menjadi kenyataan terjadi karena orang-orang itu tetap menggenggamambisi mereka. Mereka menolak untuk kehilangan semangat. Mereka tidak pernah membiarkan kekecewaan menghambat mereka. Tantangan hanya memacu supaya lebih berusaha.” Karakter seperti kemampuan untuk bertahan, mengatasi keraguan, dan terus maju di depan kekecewaan, semuanya merupakan hasil sikap baik.
Ketika Anda mempunyai sikap positif, lebih mudah untuk bertahan. Jika Anda mengira sukses itu sudah dekat, Anda terus berjalan. Ketika Anda percaya bahwa segala sesuatu terjadi untuk yang terbaik, Anda tidak keberatan dengan sedikit ketidaknyamanan. Ketika segala sesuatu menjadi rusak, Anda tetap bertahan jika Anda memiliki sikap positif. Lagipula, Anda percaya pertolongan akan segera datang.

5.     Berfokus pada Solusi
Orang yang bersikap positif memfokuskan waktu dan perhatian mereka pada solusi, bukan pada masalah. Hampir semua orang bisa melihat masalah. Itu tidak membutuhkan sesuatu yang istimewa. Tetapi, orang positif memiliki pikiran yang terpaku pada solusi, melihat solusi di setiap masalah dan kemungkinan di setiap sesuatu yang tidak mungkin. Seperti yang diucapkan oleh Louis D. Brandeis

hakim Supreme Court yang namanya digunakan untuk mendirikan Brandeis University, “Kebanyakan hal-hal di dunia ini sebelumnya telah dinyatakan tidak mungkin sebelum dilakukan.”

1.     Kemauan untuk Melihat yang Terbaik di Dalam Diri Orang Lain.

Saya tidak pernah mengenal orang positif yang tidak mengasihi sesama dan mencoba melihat kebaikan di dalam mereka. Satu cara efektif untuk menolong Anda melihat di dalam orang lain adalah melakukan apa yang saya namakan meletakkan nilai “10” di atas kepala orang. Inilah maksud saya: Kita semua mengharapkan sesuatu dari orang lain. Kita bisa memilih harapan itu negatif atau positif. Kita bisa berpendapat orang lain itu tidak berguna sama sekali atau sangat hebat. Ketika kita membuat keputusan untuk mengharapkan yang terbaik, dan kita melihat pada kebaikan daripada keburukan, maka kita melihat mereka sebagai nilai “10”.
Kemampuan untuk melakukannya dengan orang lain sangat penting berdasarkan sepasang alasan ini. Pertama, biasanya Anda melihat diri orang lain untuk apa yang Anda harapkan. Jika Anda terus menerus mengharapkan dan melihat kebaikan di dalam orang lain, akan lebih mudah mempertahankan sikap positif. Kedua, pada umumnya orang bertambah tinggu untuk memenuhi tingkat yang Anda harapkan. Jika Anda memperlakukan mereka secara positif, merekapun cenderung memperlakukan Anda dengan cara yang sama. Jika Anda mengharapkan mereka menyelesaikan pekerjaan dan Anda memperlihatkan keyakinan Anda di dalam diri mereka, biasanya mereka akan berhasil. Pada saat-saat tertentu, ketika ada orang yang tidak memperlakukan Anda dengan baik, mudah bagi Anda untuk tidak menganggap tingkah laku mereka secara serius sebab Anda tahu telah melakukan yang terbaik dan Anda dapat terus maju tanpa membiarkan hal itu mempengaruhi sikap anda.

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari tulisan ini yaitu bahwa setiap manusia harus tau bagaimana cara bertata krama dan bersikap baik dilingkungan masyarakatnya. Dan selalu menggormati baik yang lebih muda ataupun yang lebih tua dari kita. Sehingga dengan begitu orang akan merasa nyaman dan meminilai pribadi kita baik.

B.    SARAN

Dari penulisan tentang bertata krama antar sesama, penulis memberi saran sebagai berikut :
1.     Selalu baik dalam bertutur kata.
2.     Menghormati orang yang lebih tua dari kita terutama kepada kedua orang tua.
3.     Belajar dan beretika baik antar sesama agar dapat tercipta interaksi yang baik antar sesama.

 
DAFTAR PUSTAKA

http://belajarpsikologi.com/
http://huxleyi.wordpress.com/
http://belajarpsikologi.com/pengertian-tata-krama/

U M L


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadiran Allah S.W.T karena berkat karunia dan nikmatnya tugas makalah saya yang membahas tentang UML (Unified Modeling Language) berhasil diselesaikan dengan tepat waktu.
Adapun isi dalam makalah ini membahas tentang pengertian, sejarah, konsep, serta tujuan UML itu sendiri. Saya menyadari dalam pembuatan makalah ini tidaklah sempurna oleh karena itu kritik dan saran saya harapkan dari semua pihak, agar pembuatan makalah selanjutnya menjadi lebih baik dan membangun motivasi saya.
Akhir kata saya mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah berperan dalam pembuatan makalah ini. Semoga Allah S.W.T memberikan karunia dan nikmatnya kepada kita semua amin.

                                                                                                                    Jakarta, 2 oktober 2011
                                                                                                                              Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
  LATAR BELAKANG
Saat ini piranti lunak semakin luas dan besar lingkupnya, sehingga tidak bisa lagi dibuat asal-asalan. Piranti lunak saat ini seharusnya dirancang dengan memperhatikan hal-hal seperti scalability, security, dan eksekusi yang robust walaupun dalam kondisi yang sulit. Selain itu arsitekturnya harus didefinisikan dengan jelas, agar bug mudah ditemukan dan diperbaiki, bahkan oleh orang lain selain programmer aslinya. Keuntungan lain dari perencanaan arsitektur yang matang adalah dimungkinkannya penggunaan kembali modul atau komponen untuk aplikasi piranti lunak lain yang membutuhkan fungsionalitas yang sama.
Pemodelan (modeling) adalah proses merancang piranti lunak sebelum melakukan pengkodean (coding). Model piranti lunak dapat dianalogikan seperti pembuatan blueprint pada pembangunan gedung. Membuat model dari sebuah sistem yang kompleks sangatlah penting karena kita tidak dapat memahami sistem semacam itu secara menyeluruh. Semakin komplek sebuah sistem, semakin penting pula penggunaan teknik pemodelan yang baik.
Dengan menggunakan model, diharapkan pengembangan piranti lunak dapat memenuhi semua kebutuhan pengguna dengan lengkap dan tepat, termasuk faktor-faktor seperti scalability, robustness, security, dan sebagainya.
Kesuksesan suatu pemodelan piranti lunak ditentukan oleh tiga unsur, yang kemudian terkenal dengan sebuan segitiga sukses (the triangle for success). Ketiga unsur tersebut adalah metode pemodelan (notation), proses (process) dan tool yang digunakan.
Memahami notasi pemodelan tanpa mengetahui cara pemakaian yang sebenarnya (proses) akan membuat proyek gagal. Dan pemahaman terhadap metode pemodelan dan proses disempurnakan dengan penggunaan tool yang tepat

   RUANG LINGKUP
Ruang lingkup dari pembahasan ini berkaitan dengan pengenalan UML serta membahas tentang berbagai macam diagram yang ada dalam UML. Dimana diagram tersebut merupakan sebuah artifak dalam pengembangan sistem, jumlah diagram tersebut ada 8 buah, yaitu Class diagram / Object diagram, Statechart diagram, Component diagram, Deployment diagram, Use case diagram, Sequence diagram, Collaboration diagram, Activity diagram.

   TUJUAN
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan UML sebagai suatu bahasa permodelan modern pengembangan piranti l unak yang sering dikaitkan erat dengan OOAD. Serta menjelaskan tujuan dari UML itu sendiri bagi pembaca paper ini.

   METODE PENULISAN
Metodologi penulisan yang digunakan didalam penulisan ini yaitu:
·         Metode pengumpulan data
Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data untuk penulisan ini adalah studi pustaka. Studi pustaka ini dilakukan dengan cara membaca dan meringkas literatur yang ada dan mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan topik paper ini melalui internet.


BAB II
ISI
 PENGERTIAN UML
UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa untuk menetukan, visualisasi, kontruksi, dan mendokumentasikan artifact (bagian dari informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses pembuatan perangkat lunak. Artifact dapat berupa model, deskripsi atau perangkat lunak) dari system perangkat lunak, seperti pada pemodelan bisnis dan system non perangkat lunak lainnya.
UML merupakan suatu kumpulan teknik terbaik yang telah terbukti sukses dalam memodelkan system yang besar dan kompleks. UML tidak hanya digunakan dalam proses pemodelan perangkat lunak, namun hampir dalam semua bidang yang membutuhkan pemodelan.

 SEJARAH UML
UML dimulai secara resmi pada oktober 1994, ketika Rumbaugh bergabung dengan Booch pada Relational Software Corporation. Proyek ini memfokuskan pada penyatuan metode Booch dan OMT. UML versi 0.8 merupakan metode penyatuan yang dirilis pada bulan Oktober 1995. Dalam waktu yang sama, Jacobson bergabung dengan Relational dan cakupan dari UML semakin luas sampai diluar perusahaan OOSE. Dokumentasi UML versi 0.9 akhirnya dirilis pada bulan Juni 1996. Meskipun pada tahun 1996 ini melihat dan menerima feedback dari komunitas Software Engineering . Dalam waktu tersebut, menjadi lebih jelas bahwa beberapa organisasi perangkat lunak melihat UML sebagai strategi dari bisnisnya. Kemudian dibangunlah UML Consortium dengan beberapa organisasi yang akan menyumbangkan sumber dayanya untuk bekerja, mengembangkan, dan melengkapi UML.
Di sini beberapa partner yang berkontribusi pada UML 1.0, diantaranya Digital Equipment Corporation, Hewlett-Packard, I-Logix, Intellicorp, IBM, ICON Computing, MCI Systemhouse, Microsoft, Oracle, Relational, Texas Instruments dan Unisys. Dari kolaborasi ini dihasilkan UML 1.0 yang merupakan bahasa pemodelan yang ditetapkan secara baik, expressive, kuat,

dan cocok untuk lingkungan masalah yang luas. UML 1.0 ditawarkan menjadi standarisasi dari Object Management Group (OMG). Dan pada Januari 1997 dijadikan sebagai standar bahasa pemodelan
Antara Januari–Juli 1997 gabungan group tersebut memperluas kontribusinya sebagai hasil respon dari OMG dengan memasukkan Adersen Consulting, Ericsson, ObjectTimeLimeted, Platinum Technology, Ptech, Reich Technologies, Softeam, Sterling Software dan Taskon. Revisi dari versi UML (versi 1.1) ditawarkan kepada OMG sebagai standarisasi pada bulan Juli 1997. Dan pada bulan September 1997, versi ini dierima oleh OMG Analysis dan Design Task Force (ADTF) dan OMG ArchitectureBoard. Dan Akhirnya pada Juli 1997 UML versi 1.1 menjadi standarisasi.
Pemeliharaan UML terus dipegang oleh OMG Revision Task Force (RTF) yang dipimpin oleh Cris Kobryn. RTP merilis editorial dari UML 1.2 pada Juni 1998. Dan pada tahun 1998 RTF juga merilis UML 1.3 disertai dengan user guide dan memberikan technical cleanup

 KONSEP DASAR UML
Untuk dapat mememahami UML diperlukan pemahaman tentang konsep bahasa
pemodelan dan tiga eleman utama UML.Tiga elemen utama UML antara lain:

A. Buiding Bloks
Building bloks ini terdapat beberapa bagian ;

. Benda / Things / Objek
Objek merupakan bagian paling statik dari sebuah model, yang
menjelaskan elemen – elemen lainnya dari sebuah konsep
Bentuk dari beberapa objek
1)Classes, sekelompok dari object yang mempunyai atribute, operasi,
dan hubungan yang semantik
2)Interfaces, antar-muka yang menghubungkan dan melayani antarkelas
dan atau elemen dan mendefinisikan sebuah
kelompok dari
spesifikasi pengoperasian

3)Collaboration, interaksi dari sebuah kumpulan kelas – kelas atau
elemen – elemen yang bekerja secara bersama – sama.
4)Use cases, pembentuk tingkah laku objek dalam sebuah model serta
di realisasikan oleh sebuahcoll aborati on.
5)Nodes, bentuk fisik dari elemen – elemen yang ada pada saat
dijalankannya sebuah system

B. Hubungan / Relationship

Ada 4 macam hubungan dalam penggunaan UML, yaitu;
1)Dependency, hubungan semantik antara dua objek yang mana sebuah
objek berubah mengakibatkan objek satunya akan berubah pula.
2)Association, hubungan antar benda secara struktural yang terhubung
diantara objek dalam kesatuan objek.
3)Generalizations, hubungan khusus dalam objek anak yang
menggantikan objek induk . dan memberikan pengaruhnya dalam hal
struktur dan tingkah lakunya kepada objek induk
4)Realizations, hubungan semantik antarpengelompokkan yang
menjamin adanya ikatan diantaranya yang diwujudkan diantara
interface dan kelas atau elements, serta antara use casesdan
collaborations.

C.Bagan atau Diagrams

Diagram adalah yang menggambarkan permasalahan maupun solusi dari
permasalahan suatu model. UML mempunyai 9 diagram, yaitu;
1)Diagram Use Case, menggambarkan apa saja aktifitas yang dilakukan oleh suatu sistem dari sudut pandang pengamatan luar.
Diagram Use Case berguna dalam tiga hal :
a.Menjelaskan fasilitas yang ada (requirements)
b. Komunikas dengan klien
c. Membuat test dari kasus – kasus secara umum

2)Diagram Class, memberikan pandangan secara luas dari suatu sistem dengan menunjukan kelas – kelasnya dan hubungan mereka.
Diagram Class mempunyai 3 macam relationalships (hubungan),

a.Association, suatu hubungan antara bagian dari dua kelas yang terjadi jika salah satu bagian dari kelas mengetahui kelas yang lain dalam melakukan suatu kegiatan..
b.Aggregation, hubungan association dimana salah satu kelasnya merupakan bagian dari suatu kumpulan dan memiliki titik pusat yang mencakup keseluruhan bagian.
c.Generalization, hubungan turunan dengan mengasumsikan satu kelas merupakan suatu kelas super dari kelas yang lain. 

3)Diagram Package dan Object,merupakan kumpulan elemen – elemen logika UML yang bertujuan untuk mengelompokkan Diagram class yang lebih kompleks. 

4)DiagramSequence, merupakan salah satu diagramIntera ction yang menjelaskan bagaimana suatu operasi itu dilakukan yang diatur berdasarkan waktu. 

5)DiagramCollaboration merupakan diagramInteraction  berfungsi membawa informasi yang sama dengan diagram Sequence, tetapi lebih memusatkan atau memfokuskan pada kegiatan obyek dari waktu informasi itu dikirimkan.

 

6)DiagramStateChart merupakan indikator yang menunjukan kemungkinan dari keadaan obyek dan proses yang menyebabkan perubahan pada keadaannya.

7)Diagram Activ ty, menunjukkan bagaimana aktifitas – aktifitas tersebut bergantung satu sama lain. dan berfokus pada aktifitas – aktifitas yang terjadi yang terkait dalam suatu proses tunggal.

8)DiagramComponent adalah sebuah kode – kode modul yang merupakan fisik sebenarnya dari diagramC lass.  

9)DiagramDeployment menerangkan bahwa konfigurasi fisiksoftware
danhardware. 

TUJUAN PENGGUNAAN UML
a. Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahas pemrograman dan proses rekayasa.
b. Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam pemodelan.
c. Memberikan model yang siap pakai, bahsa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara umum.
d. UML bisa juga berfungsi sebagai sebuah (blue print) cetak biru karena sangat lengkap dan detail. Dengan cetak biru ini maka akan bias diketahui informasi secara detail tentang coding program atau bahkan membaca program dan menginterpretasikan kembali ke dalam bentuk diagram (reserve enginering).

2.5 KEUNGGULAN UML

  • Uniformity
Pengembang cukup menggunakan 1 metodologi dari tahap analsis hingga perancangan. Memungkinkan merancang komponen antarmuka secara terintegrasi bersama perancangan PL dan perancangan struktur data
  • Understandability
Kode yang dihasilkan dapat diorganisasi kedalam kelas-kelas yangberhubungan dengan masalah sesungguhnya sehingga lebih mudah untuk dipahami.
  • Stability
Kode program yang dihasilkan relatif stabil sepanjang waktu, karena mendekati permasalahan yang sesungguhnya.
  • Reusability
Dengan metodologi berorientasi objek, dimungkinkan penggunaan ulang kode, sehingga pada akhirnya akan sangat mempercepat waktu pengembangan perangkat lunak (atau sistem informasi)

 
LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN UML

Berikut ini adalah tips pengembangan piranti lunak dengan menggunakan UML:
1.Buatlah daftar business process dari level tertinggi untuk mendefinisikan aktivitas dan proses yang mungkin muncul.

2.Petakan use case untuk tiap business process untuk mendefinisikan dengan tepatfungsionalitas yang harus disediakan oleh sistem. Kemudian perhalus use case diagram danlengkapi dengan requirement, constraints dan catatan-catatan lain.

3.Buatlah deployment diagram secara kasar untuk mendefinisikan arsitektur fisik sistem.

4.Definisikan requirement lain (non-fungsional, security dan sebagainya) yang juga harus disediakan oleh sistem.

5.Berdasarkan use case diagram, mulailah membuat activity diagram.

6.Definisikan objek-objek level atas (package atau domain) dan buatlah sequence dan/atau collaboration diagram untuk tiap alir pekerjaan. Jika sebuah use case memiliki kemungkinan alir normal dan error, buatlah satu diagram untuk masing-masing alir.

7.Buarlah rancangan user interface model yang menyediakan antarmuka bagi pengguna untuk menjalankan skenario use case.

8.Berdasarkan model-model yang sudah ada, buatlah class diagram. Setiap package atau domain dipecah menjadi hirarki class lengkap dengan atribut dan metodanya. Akan lebih baik jika untuk setiap class dibuat unit test untuk menguji fungsionalitas class dan interaksi dengan class lain.

9.Setelah class diagram dibuat, kita dapat melihat kemungkinan pengelompokan class menjadi komponen-komponen. Karena itu buatlah component diagram pada tahap ini. 


Juga,definisikan tes integrasi untuk setiap komponen meyakinkan ia berinteraksi dengan baik.

10.Perhalus deployment diagram yang sudah dibuat. Detilkan kemampuan dan requirement piranti lunak, sistem operasi, jaringan, dan sebagainya. Petakan komponen ke dalam node.

11.Mulailah membangun sistem. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan :
•  Pendekatan use case, dengan meng-assign setiap use case kepada tim pengembang tertentu untuk mengembangkan unit code yang lengkap dengan tes.
•  Pendekatan komponen, yaitu meng-assign setiap komponen kepada tim pengembang tertentu.

12.Lakukan uji modul dan uji integrasi serta perbaiki model berserta codenya. Model harus selalu sesuai dengan code yang aktual.

13. Piranti lunak siap dirilis.
Tool Yang Mendukung UML
Saat ini banyak sekali tool pendesainan yang mendukung UML, baik itu tool komersial maupun
opensource. Beberapa diantaranya adalah:
• Rational Rose (www.rational.com)
• Together (www.togethersoft.com)
• Object Domain (www.objectdomain.com)
• Jvision (www.object-insight.com)
• Objecteering (www.objecteering.com)
• MagicDraw (www.nomagic.com/magicdrawuml)
• Visual Object Modeller (
www.visualobject.com)

BAB III
PENUTUP

 KESIMPULAN
                Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa pemodelan umum yang digunakan untuk melakukan spesifikasi, visualisasi, konstruksi dan dokumentasi artifak dari software system. UML bukanlah sebuah standar proses pengembangan dalam metode pengembangan sistem tertentu, namun pada umumnya UML dipakai dalam memodelkan sistem yang dibangun berbasiskan objek.

Tujuan UML menurut Booch, Rumbaugh dan Jacobson  :
·         Memberikan model yang siap pakai, bahasa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara umum.
·         Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemograman dan proses rekayasa.
·         Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam pemodelan.

Dengan menggunakan UML kita dapat membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman apapun

UML mendefinisikan diagram-diagram sebagai berikut:
·         usecase diagram
·         class diagram
·         statechart diagram
·         activity diagram
·         sequence diagram
·         collaboration diagram
·         component diagram
·         deployment diagram

Saat ini banyak sekali tool pendesainan yang mendukung UML, baik itu tool komersial maupun opensource. Beberapa diantaranya adalah:
·         Rational Rose (www.rational.com)
·         Together (www.togethersoft.com)
·         Object Domain (www.objectdomain.com)
·         Jvision (www.object-insight.com)
·         Objecteering (www.objecteering.com)
·         MagicDraw (www.nomagic.com/magicdrawuml)
·         Visual Object Modeller (www.visualobject.com

 
SARAN

UML adalah suatu bahasa perancangan modern yang paling umum dipakai pada saat ini, dimana UML ini sering dikaitkan dengan bahasa pengembangan piranti lunak berbasis objek. Dengan menggunakan UML sebagai bahasa perancangan maka kita dapat membuat suatu rancangan piranti lunak yang dimana bahasa tersebut menyatukan berbagai praktik-praktik terbaik dalam permodelan, sehingga hasil rancangan kita dapat dimengerti secara umum dan universal.
            Dengan menggunakan UML, maka kita dapat berinteraksi lebih mudah dengan para perancang piranti lunak yang lain, karena kita memakai bahasa perancangan UML yang bersifat universal, dan diketahui oleh hampir semua perancang piranti lunak. Sehingga kita dapat saling bertukar pikiran atas rancangan yang kita buat dengan perancang lain, dan menghilangkan gap dalam perbedaan bahasa permodelan.

DAFTAR PUSTAKA

http://mo3da.wordpress.com/2008/09/19/pengenalan-uml/
http://sttdb.wordpress.com/2010/07/13/pengertian-uml/
http://www.scribd.com/doc/26601970/SISTEM-BERORIENTASI-OBJEK
http://www.pribadiraharja.com/yusliana/perancis.html
http://edwin-uad.tk/makalah-tentang-uml/
http://id.wikipedia.org/wiki/UML