KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadiran Allah S.W.T karena berkat karunia dan nikmatnya tugas makalah saya yang membahas tentang Data Flow Diagram dan Entity Relantionship Diagram berhasil diselesaikan dengan tepat waktu.
Penyusun menyadari bahwa dalam penulisan ini tidaklah mencapai kesempurnaan. Oleh karena itu penyusun mengharapkan kiritik dan saran kepada para pembaca yang sifatnya membangun untuk penulisan berikutnya.
Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih dan mengucapkan selamat membaca makalah ini bermanfaat untuk pembelajaran.
Jakarta, 9 Oktober 2011
Penyusun
DATA FLOW DIAGRAM
A. A. PENGERTIAN DATA FLOW DIAGRAM
Sebelum mengimplementasi program, maka dilakukan pembuatan DFD atau Data Flow Diagram.
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yangmemungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu samalain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFDini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram,model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi. Dalam mendokumentasikan sebuah sistem, DFD mempunyai level-level mulai dari yang terkecil, yaitu level 10 yang biasa disebut dengan context diagram. Context diagram ini merupakan gambaran paling umum dari sistem, yang hanya memiliki satu proses saja untuk mewakili seluruh sistem. Semakin bertambahnya level dari DFD akan semakin detail digambarkannya proses-proses yang ada pada sistem, tetapi yang boleh bertambah hanya proses dan data flow saja. Sedangkan untuk data source, jumlahnya harus tetap dengan yang ada pada context diagram. Khusus untuk data score, pada context diagram masih belum digambarkan, akan tampak pada level 1 dan konsisten jumlahnya sampai pada level berikutnya.
KOMPONEN DATA FLOW DIAGRAM
Komponen-komponen yang digunakan dalam DFD terdiri 4 macam, yaitu : proses, data flow, data store, dan external etity.
•a. Proses
Komponen proses menggambarkan bagian dari sistem yang mentransformasikan input menjadi output. Proses diberi nama untuk menjelaskan proses/kegiatan apa yang sedang/akan dilaksanakan. Pemberian nama proses dilakukan dengan menggunakan kata kerja transitif (kata kerja yang membutuhkan obyek), seperti Menghitung Gaji, Mencetak KRS, Menghitung Jumlah SKS. Ada empat kemungkinan yang dapat terjadi dalam proses sehubungan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang proses :
• Proses harus memiliki input dan output.
•Proses dapat dihubungkan dengan komponen terminator, data store
atau proses melalui alur data.
• Sistem/bagian/divisi/departemen yang sedang dianalisis oleh
profesional sistem digambarkan dengan komponen proses.
dengan input dan output :
b. DATA FLOW / ALUR DATA
Suatu data flow / alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukkan arah menuju ke dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data/informasi dari satu bagian sistem ke bagian lainnya. Selain menunjukkan arah, alur data pada model yang dibuat oleh profesional sistem dapat merepresentasikan bit, karakter, pesan, formulir, bilangan real, dan macam-macam informasi yang berkaitan dengan komputer. Alur data juga dapat merepresentasikan data/informasi yang tidak berkaitan dengan komputer.
Alur data perlu diberi nama sesuai dengan data/informasi yang dimaksud, biasanya pemberian nama pada alur data dilakukan dengan menggunakan kata benda, contohnya Laporan Penjualan.
Ada empat konsep yang perlu diperhatikan dalam penggambaran alur data, yaitu :
1. Konsep Paket Data (Packets of Data)
Apabila dua data atau lebih mengalir dari suatu sumber yang sama menuju ke tujuan yang sama dan mempunyai hubungan, dan harus dianggap sebagai satu alur data tunggal, karena data itu mengalir
2. Konsep Alur Data Menyebar (Diverging Data Flow)
Alur data menyebar menunjukkan sejumlah tembusan paket data yang yang berasal dari sumber yang sama menuju ke tujuan yang berbeda, atau paket data yang kompleks dibagi menjadi beberapa
emen data yang dikirim ke tujuan yang berbeda, atau alur data ini membawa paket data yang memiliki nilai yang berbeda yang akan dikirim ke tujuan yang berbeda. 3. Konsep Alur Data Mengumpul (Converging Data Flow)
Beberapa alur data yang berbeda sumber bergabung bersama-sama
menuju ke tujuan yang sama.
4. Konsep Sumber atau Tujuan Alur Data
Semua alur data harus minimal mengandung satu proses. Maksud kalimat ini adalah :
• Suatu alur data dihasilkan dari suatu proses dan menuju ke suatu data store dan/atau terminator
• Sutu alur data dihasilkan dari suatu data store dan/atau terminator dan menuju ke suatu proses
•Suatu alur data dihasilkan dari suatu proses dan menuju ke suatu proses
c. DATA STORE
Komponen ini digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data dan diberi nama dengan kata benda jamak, misalnya Mahasiswa. Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan-penyimpanan, seperti file atau database yang berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi, misalnya file disket, file harddisk, file pita magnetik. Data store juga berkaitan dengan penyimpanan secara manual seperti buku alamat, file folder, dan agenda.
Suatu data store dihubungkan dengan alur data hanya pada komponen proses, tidak dengan komponen DFD lainnya. Alur data yang menghubungkan data store dengan suatu proses mempunyai pengertian sebagai berikut :
· Alur data dari data store yang berarti sebagai pembacaan atau pengaksesan satu paket tunggal data, lebih dari satu paket data, sebagian dari satu paket tunggal data, atau sebagian dari lebih dari satu paket data untuk suatu proses
Alur data ke data store yang berarti sebagai pengupdatean data, seperti menambah satu paket data baru atau lebih, menghapus satu paket atau lebih, atau mengubah/memodifikasi satu paket data atau lebih.
Pada pengertian pertama jelaslah bahwa data store tidak berubah, jika suatu paket data/informasi berpindah dari data store ke suatu proses. Sebaliknya pada
pengertian kedua data store berubah sebagai hasil alur yang memasuki data store. Dengan kata lain, proses alur data bertanggung jawab terhadap perubahan yang terjadi pada data store.
d. Terminator / Entitas Luar
Terminator mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan. Biasanya terminator dikenal dengan nama entitas luar (external entity).
Terdapat dua jenis terminator :
1. Terminator Sumber (source) : merupakan terminator yang menjadi
sumber.
2. Terminator Tujuan (sink) : merupakan terminator yang menjadi tujuan data / informasi
sistem.
Terminator dapat berupa orang, sekelompok orang, organisasi, departemen di dalam organisasi, atau perusahaan yang sama tetapi di luar kendali sistem yang sedang dibuat modelnya. Terminator dapat juga berupa departemen, divisi atau sistem di luar sistem yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan.
Komponen terminator ini perlu diberi nama sesuai dengan dunia luar yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dibuat modelnya, dan biasanya menggunakan kata benda, misalnya Bagian Penjualan, Dosen, Mahasiswa.
Ada tiga hal penting yang harus diingat tentang terminator :
¶ Terminator merupakan bagian/lingkungan luar sistem. Alur data
yang menghubungkan terminator dengan berbagai proses sistem, menunjukkan hubungan sistem dengan dunia luar.
¶ Profesional Sistem Tidak berhak mengubah isi atau cara kerja organisasi atau prosedur yang berkaitan dengan terminator ¸ Hubungan yang ada antar terminator yang satu dengan yang lain tidak digambarkan pada DFD.
C. BENTUK DATA FLOW DIAGRAM
Terdapat dua bentuk DFD, yaitu Diagram Alur Data Fisik, dan Diagram Alur dataLogika. Diagram alur data fisik lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistemditerapkan, sedangkan diagram alur data logika lebih menekankan proses-proses apayang terdapat di sistem.
1. Context Diagram (CD)
Jenis pertama Context Diagram, adalah data flow diagram tingkat atas (DFD Top Level), yaitu diagram yang paling tidak detail, dari sebuah sistem informasi yang menggambarkan aliran-aliran data ke dalam dan ke luar sistem dan ke dalam dan ke luar entitas-entitas eksternal. (CD menggambarkan sistem dalam satu lingkaran dan hubungan dengan entitas luar. Lingkaran tersebut menggambarkan keseluruhan proses dalam sistem).
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggambar CD;
§ Terminologi sistem :
- Batas Sistem adalah batas antara “daerah kepentingan sistem”.
- Lingkungan Sistem adalah segala sesuatu yang berhubungan atau mempengaruhi sistem tersebut.
- Interface adalah aliran yang menghubungkan sebuah sistem dengan linkungan sistem tersebut.
§ Menggunakan satu simbol proses,
§ yang terlalu rumit, dengan memberikan tanda asterik ( * ) atau garis silang ( # ), begitu dengan bentuk penyimpanan.
§ Aliran data ke proses dan keluar sebagai output keterangan aliran data berbeda.
§ 2. DFD Fisik
Adalah representasi grafik dari sebuah sistem yang menunjukan entitas-entitas internal dan eksternal dari sistem tersebut, dan aliran-aliran data ke dalam dan keluar dari entitas-entitas tersebut. Entitas-entitas internal adalah personel, tempat (sebuah bagian), atau mesin (misalnya, sebuah komputer) dalam sistem tersebut yang mentransformasikan data. Maka DFD fisik tidak menunjukkan apa yang dilakukan, tetapi menunjukkan dimana, bagaimana, dan oleh siapa proses-proses dalam sebuah sistem dilakukan. (Tidak Bahas).
§ Perlu diperhatikan didalam memberikan keterangan di lingkaran-lingkaran (simbol proses) dan aliran-aliran data (simbol aliran data) dalam DFD fisik menggunakan label/keterangan dari kata benda untuk menunjukan bagaimana sistem mentransmisikan data antara lingkaran-lingkaran tersebut.
§ Misal :
§ Aliran Data : Kas, Formulir 66W, Slip Setoran
§ Proses : Cleck Penjualan, Kasir, Pembukuan, dll.
3 DFD Logis
Adalah representasi grafik dari sebuah sistem yang menunjukkan proses-proses dalam sistem tersebut dan aliran-aliran data ke dalam dan ke luar dari proses-proses tersebut. Kita menggunakan DFD logis untuk membuat dokumentasi sebuah sistem informasi karena DFD logis dapat mewakili logika tersebut, yaitu apa yang dilakukan oleh sistem tersebut, tanpa perlu menspesifikasi dimana, bagaimana, dan oleh siapa proses-proses dalam sistem tersebut dilakukan.
Keuntungan dari DFD logis dibandingkan dengan DFD fisik adalah dapat memusatkan perhatian pada fungsi-funsi yang dilakukan sistem.
Perlu diperhatikan di dalam pemberian Keterangan/ Label;
· Lingkaran-lingkaran (simbol proses) menjelaskan apa yang dilakukan sistem
Misal : Menerima Pembayaran, Mencatat Penjualan, Membandingkan kas dan Daftar Penerimaan, Mempersiapkan Setoran, dll.
· Aliran-aliran data (simbol aliran data) menggambarkan sifat data.
Misal : Pembayaran (bukan “Cek”, “Kas”, “ Kartu Kredit”
Jurnal Penjualan (bukan “Buku Penjualan”), dll
Usulan dari analis ( berupa DFD dalam bab 4 ), beberapa hal yang umum yang mendapat perhatian dalam mendesain baru tersebut ialah:
§ Menggabungkan beberapa tugas menjadi Satu
§ Master Detail Update
§ Meminimalkan tugas-tugas yang tidak penting
§ Menghilangkan tugas-tugas yang duplikat
§ Menambahkan proses baru
§ Meminimalkan proses input
§ Menetapkan bagian mana yang harus dikerjakan komputer dan bagian mana yang harus dikerjakan manual
Catatan:
Yang masuk didalam lingkaran konteks (simbol proses) adalah kegiatan pemrosesan informasi (Batas Sistem). Kegiatan informasi adalah mengambil data dari file, mentransformasikan data, atau melakukan filing data, misalnya mempersiapkan dokumen, memasukkan, memeriksa, mengklasifikasi, mengatur, menyortir, menghitung, meringkas data, dan melakukan filing data (baik yang melakukan secara manual maupun yang dilakukan secara terotomasi).
§ Nama/keterangan di simbol proses tersebut sesuai dengan fungsi sistem tersebut,
§ Antara Entitas Eksternal/Terminator tidak diperbolehkan komunikasi langsung
§ Jika terdapat termintor yang mempunyai banyak masukan dan keluaran, diperbolehkan untuk digambarkan lebih dari satu sehingga mencegah penggambaran yang terlalu rumit, dengan memberikan tanda asterik ( * ) atau garis silang ( # ).
§ Jika Terminator mewakili individu (personil) sebaiknya diwakili oleh peran yang dipermainkan personil tersebut.
§ Aliran data ke proses dan keluar sebagai output keterangan aliran data berbeda.
4.Diagram Level n / Data Flow Diagram Levelled
Dalam diagram n DFD dapat digunakan untuk menggambarkan diagram fisik maupun diagram diagram logis. Dimana Diagram Level n merupakan hasil pengembangan dari Context Diagram ke dalam komponen yang lebih detail tersebut disebut dengan top-down partitioning. Jika kita melakukan pengembangan dengan benar, kita akan mendapatkan DFD-DFD yang seimbang. Sebagai contoh, gambar 1.1, gambar 1.2, gambar 1.3, gambar 1.4 dan gambar 1.5.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat DFD ialah:
- Pemberian Nomor pada diagram level n dengan ketentuan sebagai berikut:
· Setiap penurunan ke level yang lebih rendah harus mampu merepresentasikan proses tersebut dalam sepesifikasi proses yang jelas. Sehingga seandainya belum cukup jelas maka seharusnya diturunkan ke level yang lebih rendah.
· Setiap penurunan harus dilakukan hanya jika perlu.
· Tidak semua bagian dari sistem harus diturunkan dengan jumlah level yang sama karena yang kompleks bisa saja diturunkan, dan yang sederhana mungkin tidak perlu diturunkan. Selain itu, karena tidak semua proses dalam level yang sama punya derajat kompleksitas yang sama juga.
· Konfirmasikan DFD yang telah dibuat pada pemakai dengan cara top-down.
· Aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses di level n harus berhubungan dengan aliran data yang masuk dan keluar pada level n+1. Dimana level n+1 tersebut mendefinisikan sub-proses pada level n tersebut.
· Penyimpanan yang muncul pada level n harus didefinisikan kembali pada level n+1, sedangkan penyimpanan yang muncul pada level n tidak harus muncul pada level n-1 karena penyimpanan tersebut bersifat lokal.
· Ketika mulai menurunkan DFD dari level tertinggi, cobalah untuk mengidentifikasi external events dimana sistem harus memberikan respon. External events dalam hal ini berarti suatu kejadian yang berkaitan dengan pengolahan data di luar sistem, dan menyebabkan sistem kita memberikan respon.
- Jangan menghubungkan langsung antara satu penyimpanan dengan penyimpanan lainnya (harus melalui proses).
- Jangan menghubungkan langsung dengan tempat penyimpanan data dengan entitas eksternal / terminator (harus melalui proses), atau sebaliknya.
- Jangan membuat suatu proses menerima input tetapi tidak pernah mengeluarkan output yang disebut dengan istilah “black hole”.
- Jangan membuat suatu tempat penyimpanan menerima input tetapi tidak pernah digunakan untuk proses.
- Jangan membuat suatu hasil proses yang lengkap dengan data yang terbatas yang disebut dengan istilah “magic process”.
Jika terdapat terminator yang mempunyai banyak masukan dan keluaran, diperbolehkan untuk digambarkan lebih dari satu sehingga mencegah penggambaran
D. SYARAT-SYARAT PEMBUATAN DATA FLOW DIAGRAM
Syarat pembuatan DFD ini akan menolong profesional sistem untuk menghindaripembentukkan DFD yang salah atau DFD yang tidak lengkap atau tidak konsistensecara logika. Beberapa syarat pembutan DFD dapat menolong profesional sistemuntuk membentuk DFD yang benar, menyenangkan untuk dilihat dan mudah dibacaoleh pemakai.
Syarat-syarat pembuatan DFD ini adalah :
1. Pemberian Nama untuk Tiap komponen DFD
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, komponen terminator mewakililingkungan luar dari sistem, tetapi mempunyai pengaruh terhadap sistem yangsedang dikembangkan ini. Maka agar pemakai mengetahui dengan lingkunganmana saja sistem mereka berhubungan, komponen terminator ini harus diberinama sesuai dengan lingkungan luar yang mempengaruhi sistem ini. Biasanyakomponen terminator diberi nama dengan kata benda.Selanjutnya adalah komponen proses. Komponen proses ini mewakili fungsisistem yang akan dilaksanakan atau menunjukkan bagaimana fungsi sistemdilaksanakan oleh seseorang, sekelompok orang atau mesin. Maka sangatlah jelas bahwa komponen ini perlu diberi nama yang tepat, agar siapa yangmembaca DFD khususnya pemakai akan merasa yakin bahwa DFD yangdibentuk ini adalah model yang akurat.Pemberian nama pada komponen proses lebih baik menunjukkan aturan-aturanyang akan dilaksanakan oleh seseorang dibandingkan dengan memberikan nama atau identitas orang yang akan melaksanakannya. Ada dua alasanmengapa bukan nama atau identitas orang (yang melaksanakan fungsi sistem)yang digunakan sebagai nama proses, yaitu :
• Orang tersebut mungkin diganti oleh orang lain saat mendatang, sehinggabila tiap kali ada pergantian orang yang melaksanakan fungsi tersebut, makasistem yang dibentuk harus diubah lagi.
• Orang tersebut mungkin tidak melaksanakan satu fungsi sistem saja,melainkan beberapa fungsi sistem yang berbeda. Daripada menggambarkanbeberapa proses dengan nama yang sama tetapi artinya berbeda, lebih baiktunjukkan dengan tugas/fungsi system yang sebenarnya akan dilaksanakan.Karena nama untuk komponen proses lebih baik menunjukkan tugas/fungsisistem yang akan dilaksanakan, maka lebih baik pemberian nama inimenggunakan kata kerja transitif.Pemberian nama untuk komponen data store menggunakan kata benda, karenadata store menunjukkan data apa yang disimpan untuk kebutuhan sistem dalammelaksanakan tugasnya. Jika sistem sewaktu-waktu membutuhkan data tersebutuntuk melaksanakan tugasnya, maka data tersebut tetap ada, karena sistemmenyimpannya.Begitu pula untuk komponen alur data, namanya lebih baik diberikan denganmenggunakan kata benda. Karena alur data ini menunjukkan data daninfiormasi yang dibutuhkan dan yang dikeluarkan oleh system dalampelaksanaan tugasnya.
1. Pemberian Nomor pada Komponen Proses
Biasanya profesional sistem memberikan nomor dengan bilangan terurut padakomponen proses sebagai referensi. Tidak jadi masalah bagaimana nomor-nomor proses ini diberikan. Nomor proses dapat diberikan dari kiri ke kanan,atau dari atas ke bawah, atau dapat pula dilakukan dengan pola-pola tertentuselama pemberian nomor ini tetap konsisten pada nomor yang dipergunakan.
Nomor-nomor proses yang diberikan terhadap komponen proses ini tidakdimaksudkan bahwa proses tersebut dilaksanakan secara berurutan. Pemberiannomor ini dimaksudkan agar pembacaan suatu proses dalam suatu diskusi akanlebih mudah dengan hanya menyebutkan prosesnya saja jika dibandingkandengan menyebutkan nama prosesnya, khususnya jika nama prosesnya panjangdan sulit.
Maksud pemberian nomor pada proses yang lebih penting lagi adalah untukmenunjukkan referensi terhadap skema penomoran secara hirarki pada levelisasiDFD. Dengan kata lain, nomor proses ini merupakan dasar pemberian nomorpada levelilasi DFD (lihat gambar di atas).
1. Penggambaran DFD sesering mungkin
Penggambaran DFD dapat dilakukan berkali-kali sampai secara teknik DFD itubenar, dapat diterima oleh pemakai, dan sudah cukup rapih sehinggaprofesional sistem tidak merasa malu untuk menunjukkan DFD itu kepadaatasannya dan pemakai.Dengan kata lain, penggambaran DFD ini dilakukan sampai terbentuk DFD yangenak dilihat, dan mudah dibaca oleh pemakai dan professional sistem lainnya.Keindahan penggambaran DFD tergantung pada standar-standar yang dimintaoleh organisasi tempat profesional system itu bekerja dan perangkat lunak yangdipakai oleh profesional system dalam membuat DFD.Penggambaran yang enak untuk dilihat dapat dilakukan dengan memperhatikanhal-hal berikut ini :
• Ukuran dan bentuk proses
.Beberapa pemakai kadang-kadang merasa bingung bila ukuran proses satuberbeda dengan proses yang lain. Mereka akan mengira bahwa prosesdengan ukuran yang lebih besar akan diduga lebih penting dari proses yanglebih kecil. Hal ini sebenarnya hanya karena nama proses itu lebih panjangdibandingkan dengan proses yang lain. Jadi, sebaiknya proses yangdigambarkan memiliki ukuran dan bentuk yang sama.
• Alur data melingkar dan alur data lurus.
Alur data dapat digambarkan dengan melingkar atau hanya garis lurus.Mana yang lebih enak dipandang tergantung siapa yang akan melihat DFDtersebut
DFD dengan gambar tangan dan gambar menggunakan mesin
.DFD dapat digambarkan secara manual atau dengan menggunakan bantuanmesin, tergantung pilihan pemakai atau profesional sistem.
1. Penghindaran Penggambaran DFD yang rumit
Tujuan DFD adalah untuk membuat model fungsi yang harus dilaksanakan olehsuatu sistem dan interaksi antar fungsi. Tujuan lainnya adalah agar model yangdibuat itu mudah dibaca dan dimengerti tidak hanya oleh profesional sistemyang membuat DFD, tetapi juga oleh pemakai yang berpengalaman dengan
subyek yang terjadi. Hal ini berarti DFD harus mudah dimengerti, dibaca, danmenyenangkan untuk dilihat.Pada banyak masalah, DFD yang dibuat tidak memiliki terlalu banyak proses(maksimal enam proses) dengan data store, alur data, dan terminator yangberkaitan dengan proses tersebut dalam satu diagram.Bila terlalu banyak proses, terminator, data store, dan alur data digambarkandalam satu DFD, maka ada kemungkinan terjadi banyak persilangan alur datadalam DFD tersebut. Persilangan alur data ini menyebabkan pemakai akan sulitmembaca dan mengerti DFD yang terbentuk. Jadi semakin sedikit adanyapersilangan data pada DFD, maka makin baik DFD yang dibentuk olehprofesional sistem.Persilangan alur data ini dapat dihindari dengan menggambarkan DFD secarabertingkat-tingkat (levelisasi DFD), atau dengan menggunakan pemakaianduplikat terhadap komponen DFD.
Komponen DFD yang dapat menggunakan duplikat hanya komponen store danterminator. Pemberian duplikat ini juga tidak dapat diberikan sesuka profesionalsistem yang membuat DFD, tetapi makin sedikit pemakaian duplikat, makinbaik DFD yang terbentuk.Pemberian duplikat terhadap data store dilakukan dengan memberikan simbolgaris lurus (x) atau asterik (*), sedangkan untuk terminator menggunakan simbolgaris miring (/) atau asterik (*). Banyaknya pemberian simbol duplikat padaduplikat yang digunakan tergantung banyaknya duplikat yang digunakan.
Penggambaran DFD yang Konsisten
Penggambaran DFD harus konsisten terhadap kelompok DFD lainnya.Profesional sistem menggambarkan DFD berdasarkan tingkatan DFD dengantujuan agar DFD yang dibuatnya itu mudah dibaca dan dimengerti oleh pemakaisistem. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan atau syarat membuat DFD
D. Penggambaran DFD
PENGGAMBARAN DFD
Tidak ada aturan baku untuk menggambarkan DFD. Tapi dari berbagai referensi yangada, secara garis besar langkah untuk membuat DFD adalah :
1. Identifikasi terlebih dahulu semua entitas luar yang terlibat di sistem.
2. Identifikasi semua input dan output yang terlibat dengan entitas luar.
3.Buat Diagram Konteks (diagram context)
Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang menggambarkanhubungan sistem dengan lingkungan luarnya. Caranya :
•Tentukan nama sistemnya.
•Tentukan batasan sistemnya.
•Tentukan terminator apa saja yang ada dalam sistem.
•Tentukan apa yang diterima/diberikan terminator dari/ke sistem.
• Gambarkan Diagram Konteks
4. Buat Diagram Level Zero
Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks. Caranya :
• Tentukan proses utama yang ada pada sistem.
•Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing proses ke/darisistem sambil memperhatikan konsep keseimbangan (alur data yangkeluar/masuk dari suatu level harus sama dengan alur data yangmasuk/keluar pada level berikutnya).
•Apabila diperlukan, munculkan data store (master) sebagai sumber maupuntujuan alur data.
•Gambarkan diagram level zero.
•Hindari perpotongan arus data
•Beri nomor pada proses utama (nomor tidak menunjukkan urutanproses).
5.Buat Diagram Level Satu
Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level zero. Caranya :
• Tentukan proses yang lebih kecil (sub-proses) dari proses utama yang ada dilevel zero.
•Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing sub-proses ke/darisistem dan perhatikan konsep keseimbangan.
•Apabila diperlukan, munculkan data store (transaksi) sebagai sumbermaupun tujuan alur data.
•Gambarkan DFD level Satu
•Hindari perpotongan arus data.
•Beri nomor pada maing-masing sub-proses yang menunjukkandekomposisi dari proses sebelumnya. Contoh : 1.1, 1.2, 2.1
6. DFD Level Dua, Tiga, …
Diagram ini merupakan dekomposisi dari level sebelumnya. Proses dekomposisidilakukan sampai dengan proses siap dituangkan ke dalam program. Aturanyang digunakan sama dengan level satu
MEMERIKSA KESALAHAN DIAGRAM
Sejumlah kesalahan bisa terjadi saat menggambar diagram aliran data. Beberapakesalahan yang umumnya terjadi adalah:
1. Lupa memasukkan suatu aliran data/mengarahkan kepala anak panah pada arahyang salah.Contohnya adalah sebuah proses gambaran yang menunjukkan semua alira ndatasebagai masukkan atau sebagai keluaran saja.setiap prose mentransformasikan datadan harus menerima dan menghsilka nkeluaran.
2. Menghubungkan penyimpanan data dan entitas-entitas eksternal secara langsungsatu sama lain. Penyimpanandata-penyimpanan data serta entitas juga tidak perludikonesikan satu sama lain; penyimpanan data ddan entitas eksternal hanyaterhubungadengan suatu pross. Suatu file tidak ditampilkan dengan file yang laintanpa bantuan suatu program atau seseorang untuk memindahkan data.Dua entitas eksternal yang terkoneksi secara langsung menunjukkan bahwamereka ingin berkomunikasi satu sama lain. Koneksi ini tidak termasuk dalamdiagram aliran data kecuali bila sistem memfasilitasi komunikasi tersebut.
Menghasilkan sebuah laporan adalah contoh dari jenis komunikasi ini.sebuahproses masih harus ditempatkan di antara entitas sehingga menghasilkan
3.Aliran data-aliran data atau proses-proses pemberian label yang tidak tepat.Periksalah diagram aliran data tersebut untuk memastikan bahwa setiap objek ataualiran data diberi label yagn sesuai. Sebuah proses harus menunjukkan namasistematau menggunakan format kata kerja – kata sifat–
kata benda. Masing-masing aliran data harus bisa digambarkan dengan sebuah kata benda.
4.Memasukkan lebih dari sembilan proses pada diagram aliran data. Memiliki terlalubanyak proses yang menciptakan suatu diagram yang kacau akan memusingkanuntuk dibaca dan malah menghalangi komunikasi. Bila melibatkan lebih darisembilan proses dalam suatu sistem kelompokkan beberapa proses yang bekerjabersama-sama di dalam suatu subsistem dan letakkan mereka pada suatu diagramanak.
5.Mengabaikan aliran data. Aliran data pada anak sangat mendetal, sehingga alirandata linier sangat jarang ditemukan. Contohnya dari gambar di bawah ini, padaproses menghitung Jumlah Pemotongan Pajak memerlukan Jumlah Tanggunganyang dimiliki pegawai dan Suku Bunga Pemotongan Pajak sebagai masukan Samahalnya dengan proses Gaji Bersih.
6.Menciptakan analisis yang tidak seimbang. Masing-masing diagram anak harusmemiliki masukan dan aliran data keluaran yang sama seperti prosesinduk.Pengecualiannya adalah keluaran minor, seperti jalur-jalur kesalahan yanghanya dimasukkan pada diagram anakContoh DFD yang benar dari suatu sistem perpustakan
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN DFD
NO | KELEBIHAN | KEKURANGAN |
1 | DFD membantu para analis sitemmeringkas informasi tentang sistem,mengetahui hubungan antar sub-subsistem, membantu perkembanganaplikasi secara efektif. | DFD tidak menunjukkan prosespengulangan (loop) |
2 | DFD berfungsi sebagai alat komunikasiyang baik antara pemakai dan analissistem. | DFD berfungsi sebagai alat komunikasiyang baik antara pemakai dan analissistem. |
3 | DFD dapat menggambarkan sejumlahbatasan otomasi (teknik untuk membuatperangkat, proses, atau sistem agarberjalan secara otomatis) untukpengembangan alternatif sistem fisik | DFD tidak memperlihatkan alirankontrol. |
4 | Lemah dalam konsep model untukpendeskripsian data dan basisdata |
ENTITY RELATIONHIP DIAGRAM
PENGERTIAN ERD
ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga simbol yang digunakan, yaitu :
• Entiti
Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999: 30). Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.
Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999: 30). Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.
• Atribut
Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips
• Hubungan / Relasi
Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut :
Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu (Abdul Kadir, 2002: 48) :
1). Satu ke satu (One to one)
Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.
2). Satu ke banyak (One to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
3). Banyak ke banyak (Many to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.
DAFTAR PUSTAKA
http://blog.re.or.id/erd-entity-relationship-diagram.htm
http://stmikpren.blogspot.com/2009/11/1.html
http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=1&ved=0CBcQFjAA&url=http%3A%2F%2Fs2informatics.files.wordpress.com%2F2007%2F06%2Ftugas-uas-rpll-of-tutuk-indriyani.doc&rct=j&q=Makalah%20DFD&ei=agCRTszEL5CIrAeQ1eXAAQ&usg=AFQjCNGh-Rc7uNylc-1pkpsBwMeOPTS0KA&cad=rja
http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?submit.x=16&submit.y=10&page=2&qual=high&submitval=prev&fname=%2Fjiunkpe%2Fs1%2Finfo%2F2008%2Fjiunkpe-ns-s1-2008-26402108-9524-portal_masakan-chapter2.pdf
http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=6&sqi=2&ved=0CDwQFjAF&url=http%3A%2F%2Ftavipia.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F15425%2FDFD.pdf&rct=j&q=arti%20DFD&ei=AP-QTuzXPMLUrQfAsqiOAQ&usg=AFQjCNHti96itCADHTsBKNIUe0nKKmLG2g&cad=rja
http://id.wikipedia.org/wiki/Data_flow_diagram
http://www.scribd.com/doc/56287213/9/D-BENTUK-DATA-FLOW-DIAGRAM
http://developdottxt.wordpress.com/2008/04/03/erd-entitas-relationship-diagram/
| | |||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar