Rabu, 02 November 2011

ISD dalam bidang Sosiologi


                                                               ISD DALAM BIDANG  SOSIOLOGI













KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadiran Allah S.W.T karena berkat dan rahmat serta karunianya, saya dapat menyelesaikan tugas makalah softskill tentang Ilmu Sosial Dasar Dalam Bidang Sosiologi baik. Dalam makalah ini dibahas yaitu pengertian dari Sosiologi, Ciri-ciri dan hakikat sosiologi, Objek sosiologi, Ruang lingkup sosiologi, dan kegunaan Sosiologi. Dan makalah ini juga dapat memberikan wawasan dan pembelajaran bagi para pembaca.
 Saya juga menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih kurang sempurna, untuk itu saya menyarankan agar pembaca dapat memberikan saran agar penulisan makalah berikutnya jauh lebih sempurna dari sekarang.
Dan akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada pembaca yag sudah membaca atau menjadi bahan pembelajaran dalam makalah saya. Dan saya berharap agar isi makalah saya ini dapat bermanfaat untuk semua orang. Terima kasih wasaalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatu.
                                               
                                                    Penulis,
                                                     Jakarta 30 oktober 2011

                                            
         
DAFTAR ISI
JUDUL.........................................................................................................     i
KATA PENGANTAR....................................................................................    ii
DAFTAR ISI.................................................................................................   iii

BAB I PENDAHULUAN
                LATAR BELAKANG....................................................................           1
                TUJUAN PENULISAN.................................................................            1
                METODE PENULISAN...............................................................            1

BAB II ISI
                PENGERTIAN SOSIOLOGI........................................................             2
                CIRI-CIRI DAN HAKIKAT SOSIOLOGI....................................              3
                OBJEK SOSIOLOGI....................................................................               4
                RUANG LINGKUP SOSIOLOGI.................................................              5
                PERKEMBANGAN SOSIOLOGI DARI ABAD KE ABAD..........             6
                KEGUNAAN SOSIOLOGI............................................................
BAB III PENUTUP
                KESIMPULAN.............................................................................             7
                SARAN..........................................................................................            8

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................                 9
               
                                                                               iii
BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Seperti yang telah dijelaskan dalam makalah sebelumnya Ilmu Sosial Dasar dibagi menjadi beberapa pokok permasalahan , yaitu dibidang Psikologi, Sosiologi, Antropologi, Dan ekonomi dan politik. Dalam pembahasan makalah ini kita akan membahas bagian dari sosiologi itu sendiri.

Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya.  Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.
B.     TUJUAN PENULISAN
Tujuan ilmu sosial dasar dalam bidang sosiologi yaitu agar manusia dapat memahami betul bagaimana cara bersosialisasi antar manusia. Dan juga dapat mempelajari bagaimna manusia itu sendiri dapat berinteraksi dengan baik dilingkungannya. Dan tujuan ini dibuat dengan tujuan menyelesaikan tugas softskill tentang ISD dalam bidang Sosiologi.
C.      METODE PENULISAN
Metode penulisan yang saya ambil dalam penulisan makalah ini yaitu dengan mencari sumber melalui internet dengan merangkumnya agar pembaca dapat mengerti dan memahami akasud makalah ini.



                                                                           1


BAB II
ISI
A.     PENGERTIAN SOSIOLOGI
Sosiologi berasal dari bahasa yunani yaitu kata socius dan logos, di mana socius memiliki arti kawan / teman dan logos berarti kata atau berbicara. Menurut Bapak Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
Sosiologi di sisi lain sebagai ilmu berbicara tentang aspek-aspek kemasyarakatan selalu dapat dimanfaatkan untuk membicarakan sebuah karya sastra. Nilai-nilai sosiologi pada sebuah cerita dapat diwujudkan untuk mencapai pemahaman yang mendalam. Ilmu sosiologi digunakan untuk masyarakat itu sendiri dan diciptakan oleh masyarakat demi terjalinnya hubungan yang harmonis antara satu anggota masyarakat dengan yang lainnya.
Sesuai dengan penjelasan di atas, kita dapat mengetahui nilai-nilai sosiologis sebuah cerita berdasarkan zamannya. Perubahan zaman dapat mengubah asumsi masyarakat mengenai nilai-nilai sosiologis. Misalnya pendidikan di sekolah, dahulu pendidikan di sekolah itu sangat langka karena bangunan sekolah yang jurang, guru-guru yang kurang, sistem pendidikan yang belum sempurna dan minat untuk bersekolah yang sangat minim. Masyarakat Batak Toba juga mengalami hal itu sehingga dulunya pendidikan di sekolah itu sangat langka dijumpai. Anak-anak setiap harinya hanya bekerja di sawah untuk membantu orang tuanya.Kewajiban mereka yang sebenarnya adalah bersekolah, tetapi kemungkinan untuk hal itu sangat kecil, sehingga hari-hari mereka dihabiskan dengan bekerja di sawah. Kita tidak bisa menyalahkan siapapun dalam hal ini. Orang tua ataupun anak-anaknya, hanya menjalani kehidupan sesuai dengan situasi yang berlaku.
Tokoh utama dalam sosiologi adalah Auguste Comte (1798-1857) berasal dari perancis yang merupakan manusia pertama yang memperkenalkan istilah sosiologi kepada masyarakat luas. Auguste Comte disebut sebagai Bapak Sosiologi di dunia internasional. Di Indonesia juga memiliki tokoh utama dalam ilmu sosiologi yang disebut sebagai Bapak Sosiologi Indonesia yaitu Selo Soemardjan / Selo Sumarjan / Selo Sumardjan.

                                                                                                2
A.     CIRI-CIRI DAN HAKIKAT SOSIOLOGI
Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut :
  • Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
  • Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
  • Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
  • Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sebagai berikut :
  • Sosiologi adalah ilmu sosial karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan.
  • Sosiologi termasuk disiplin ilmu normatif, bukan merupakan disiplin ilmu kategori yang membatasi diri pada kejadian saat ini dan bukan apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
  • Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan ilmu pengetahuan terapan.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.
  • Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang digunakan.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia.
3         
A.     OBJEK SOSIOLOGI
Objek dari sosiologi adalah masyarakat dalam berhubungan dan juga proses yang dihasilkan dari hubungan tersebut.
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai beberapa objek :

Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.

Objek formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
Objek budaya salah satu faktor yang dapat memengaruhi hubungan satu dengan yang lain.



Pengaruh dari objek dari agama ini dapat menjadi pemicu dalam hubungan sosial masyarakat.dan banyak juga hal-hal ataupaun dampak yang memengaruhi hubungan manusia.


                                                                                                4





A.     RUANG LINGKUP SOSIOLOGI
Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi mengkaji lebih mendalam pada bidangnya dengan cara bervariasi. Misalnya seorang sosiolog mengkaji dan mengamati kenakalan remaja di Indonesia saat ini, mereka akan mengkaji mengapa remaja tersebut nakal, mulai kapan remaja tersebut berperilaku nakal, sampai memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut. Hampir semua gejala sosial yang terjadi di desa maupun di kota baik individu ataupun kelompok, merupakan ruang kajian yang cocok bagi sosiologi, asalkan menggunakan prosedur ilmiah. Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya. Hal ini dikarenakan ruang lingkup sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok di lingkugan masyarakat. Ruang lingkup kajian sosiologi tersebut jika dirincikan menjadi beberapa hal, misalnya antara lain:
  • Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berhubungan dengan produksi, distribusi,dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam;
  • Masalah manajemen yaitu pihak-pihak yang membuat kajian, berkaitan dengan apa yang dialami warganya;
  • Persoalan sejarah yaitu berhubungan dengan catatan kronologis, misalnya usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat, dan sebagainya.
Sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai dasar penelitiannya. Dengan demikian sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadian sejarah, sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian proses berlangsungnya hidup kelompok-kelompok, atau beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia. Sebagai contoh, riwayat suatu negara dapat dipelajari dengan mengungkapkan latar belakang terbentuknya suatu negara, faktor-faktor, prinsip-prinsip suatu negara sampai perjalanan negara di masa yang akan datang. Sosiologi mempertumbuhkan semua lingkungan dan kebiasaan manusia, sepanjang kenyataan yang ada dalam kehidupan manusia dan dapat memengaruhi pengalaman yang dirasakan manusia, serta proses dalam kelompoknya. Selama kelompok itu ada, maka selama itu pula akan terlihat bentuk-bentuk, cara-cara, standar, mekanisme, masalah, dan perkembangan sifat kelompok tersebut. Semua faktor tersebut dapat memengaruhi hubungan antara manusia dan berpengaruh terhadap analisis sosiologi.

                                                                    5


A.     PERKEMBANGAN SOSIOLOGI DARI ABAD KE ABAD

1.     Perkembangan pada abad pencerahan

Banyak ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu, seperti Sokrates, Plato dan Aristoteles beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja. Tanpa ada yang bisa mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran.
Pendapat itu kemudian ditegaskan lagi oleh para pemikir di abad pertengahan, seperti Agustinus, Ibnu Sina, dan Thomas Aquinas. Mereka berpendapat bahwa sebagai makhluk hidup yang fana, manusia tidak bisa mengetahui, apalagi menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakatnya. Pertanyaan dan pertanggungjawaban ilmiah tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa ini.
Berkembangnya ilmu pengetahuan di abad pencerahan (sekitar abad ke-17 M), turut berpengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan masyarakat, ciri-ciri ilmiah mulai tampak di abad ini. Para ahli di zaman itu berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat harus berpedoman pada akal budi manusia.

2.      Pengaruh perubahan yang terjadi di abad pencerahan

Perubahan-perubahan besar di abad pencerahan, terus berkembang secara revolusioner sapanjang abad ke-18 M. Dengan cepat struktur masyarakat lama berganti dengan struktur yang lebih baru. Hal ini terlihat dengan jelas terutama dalam revolusi Amerika, revolusi industri, dan revolusi Perancis. Gejolak-gejolak yang diakibatkan oleh ketiga revolusi ini terasa pengaruhnya di seluruh dunia. Para ilmuwan tergugah, mereka mulai menyadari pentingnya menganalisis perubahan dalam masyarakat.

3.      Gejolak abad revolusi

Perubahan yang terjadi akibat revolusi benar-benar mencengangkan. Struktur masyarakat yang sudah berlaku ratusan tahun rusak. Bangasawan dan kaum Rohaniwan yang semula bergemilang harta dan kekuasaan, disetarakan haknya dengan rakyat jelata. Raja yang semula berkuasa penuh, kini harus memimpin berdasarkan undang-undang yang di tetapkan. Banyak kerajaan-kerajaan besar di Eropa yang jatuh dan terpecah.
Gejolak abad revolusi itu mulai menggugah para ilmuwan pada pemikiran bahwa perubahan masyarakat harus dapat dianalisis. Mereka telah menyakikan betapa perubahan masyarakat yang besar telah membawa banyak korban berupa perang, kemiskinan, pemberontakan dan
kerusuhan. Bencana itu dapat dicegah sekiranya perubahan masyarakat sudah diantisipasi secara dini.
Perubahan drastis yang terjadi semasa abad revolusi menguatkan pandangan betapa perlunya penjelasan rasional terhadap perubahan besar dalam masyarakat. Artinya :
  • Perubahan masyarakat bukan merupakan nasib yang harus diterima begitu saja, melainkan dapat diketahui penyebab dan akibatnya.
  • Harus dicari metode ilmiah yang jelas agar dapat menjadi alat bantu untuk menjelaskan perubahan dalam masyarakat dengan bukti-bukti yang kuat serta masuk akal.
  • Dengan metode ilmiah yang tepat (penelitian berulang kali, penjelasan yang teliti, dan perumusan teori berdasarkan pembuktian), perubahan masyarakat sudah dapat diantisipasi sebelumnya sehingga krisis sosial yang parah dapat dicegah.

1.      Kelahiran sosiologi modern

Sosiologi modern tumbuh pesat di benua Amerika, tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Mengapa bukan di Eropa? (yang notabene merupakan tempat dimana sosiologi muncul pertama kalinya).
Pada permulaan abad ke-20, gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk, munculnya kota-kota industri baru, bertambahnya kriminalitas dan lain lain. Konsekuensi gejolak sosial itu, perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan.
Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial untuk berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala Eropa tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka lahirlah sosiologi modern.
Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya, pendekatan sosiologi modern cenderung mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi.
                                                                                                6


F.      KEGUNAAN SOSIOLOGI DIMASYARAKAT

Kegunaan Sosiologi dalam masyarakat,antara lain:

  • Untuk pembangunan
Sosiologi berguna untuk memberikan data-data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun penilaian pembangunan

  • Untuk penelitian
Tanpa penelitian dan penyelidikan sosiologis tidak akan diperoleh perencanaan sosial yang efektif atau pemecahan masalah-masalah sosial dengan baik

                                                                           7
BAB III
PENUTUP
•KESIMPULAN
Dalam pembahasan makalah ini yaitu tentang ISD dalam bidang Sosiologi, disini yag dibahas yaitu tentang sosiologi yang sangat bermanfaat dilingkungan masyarakat. Kesimpulan disini yaitu sosiologi sebagai ilmu atau pengetahuan yang sistematis tentang kehidupan berkelompok manusia dalam hubungannya dengan manusia-manusia lainnya yang secara umum disebut masyarakat. Yang didalamnya membahas ciri-ciri dan hakikat sosiologi, Objek-objek sosiologi, Kegunaan Sosiologi, Ruang lingkup sampai perkembangan ilmu sosiologi itu sendiri dari jaman ke jaman sampai sekarang yang telah dipelajari.


•SARAN
Dalam kehidupan sehari-hari kita harus dapat berinteraksi dengan baik dilingkungan kita sendiri. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang bagaimana berinteraksi dan bersosialisa harus dipelajari baik-baik. Karena dalam hal ini kita tidak menjalani kehidupan sendiri dan membutuhkan interaksi dengan orang lain.
Dalam bersosialisasi kita juga memiliki norma-norma. orma-norma sosial juga dapat memberi arti dalam penentuan nilai-nilai sosiologis. Misalnya pada masyarakat Batak Toba, banyak norma-norma yang dijaga keberadaannya. Norma yang sudah turun-temurun itu dijaga karena dianggap suci dan akan mendatangkan akibat ataupun bahaya bila dilanggar.


8

DAFTAR PUSTAKA

   











1 komentar:

  1. tunjukan buktinya bahwa sosiologi bermanfaat dalam bidang pembanginan?

    BalasHapus